Ponorogo, 7 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan Yudisium Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Karier pada Selasa, 7 Juli 2026, bertempat di Graha Wathoe Dhakon. Sebanyak 311 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan mengikuti prosesi yudisium sebagai penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal pengabdian sebagai insan akademik di tengah masyarakat.

Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta para peserta yudisium beserta keluarga. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menjadi refleksi atas capaian pembelajaran sekaligus penguatan komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan Pendidikan Agama Islam yang unggul, profesional, adaptif, dan berdaya saing pada tingkat nasional maupun internasional.

Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditempuh selama menempuh pendidikan. Beliau menegaskan bahwa yudisium bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan titik awal untuk mengaktualisasikan ilmu pengetahuan, integritas, dan nilai-nilai keislaman dalam berbagai bidang kehidupan. Rektor juga mengajak para lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi, menjaga nama baik almamater, serta mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.

Prosesi yudisium dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Yudisium oleh Ibnu Tahdam, M.E.I., yang secara resmi menetapkan sebanyak 311 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam sebagai lulusan Tahun 2026. Pembacaan keputusan tersebut menjadi puncak prosesi akademik yang menandai keberhasilan mahasiswa dalam memenuhi seluruh persyaratan akademik sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai bagian dari upaya mempersiapkan lulusan menghadapi dinamika dunia kerja, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Karier yang menghadirkan Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed. sebagai narasumber. Seminar mengangkat tema “Freelancing and Edupreneurship: Building Independent Career Pathways in the Creative Education Industry.” Tema ini dipilih sebagai respons terhadap perubahan lanskap dunia kerja yang semakin menuntut kreativitas, fleksibilitas, dan kemampuan membangun karier secara mandiri melalui pemanfaatan teknologi digital dan ekonomi kreatif.

Dalam paparannya, Prof. Like Raskova Octaberlina menjelaskan bahwa lulusan pendidikan tidak lagi terbatas pada pilihan profesi sebagai pendidik di lembaga formal. Perkembangan industri kreatif dan transformasi digital membuka berbagai peluang bagi lulusan untuk menjadi freelancer, content creator pendidikan, konsultan pembelajaran, pengembang media edukasi digital, hingga edupreneur yang mampu menciptakan inovasi dan lapangan pekerjaan berbasis pendidikan. Menurutnya, penguasaan kompetensi digital, kemampuan berjejaring, kreativitas, dan semangat kewirausahaan menjadi modal penting dalam membangun karier yang mandiri dan berkelanjutan.

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar karier yang dipadukan dengan prosesi yudisium merupakan bagian dari komitmen Program Studi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional. Melalui pembekalan ini, para lulusan diharapkan mampu membaca peluang, beradaptasi dengan perubahan, serta menjadi pendidik dan pemimpin masa depan yang inovatif, berintegritas, dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan Islam.

Yudisium Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam untuk menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga siap bersaing di era global dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan kewirausahaan. Dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter, serta wawasan karier yang diperoleh selama masa studi, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen transformasi pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.