
Ponorogo, 6 Agustus 2026 — Kenaikan peringkat Maalim: Jurnal Pendidikan Islam menjadi momentum penting bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam meneguhkan komitmen terhadap penguatan mutu akademik dan publikasi ilmiah. Capaian tersebut dirayakan melalui tasyakuran kenaikan peringkat Maalim: Jurnal Pendidikan Islam yang dibingkai dalam agenda Rapat Dosen FTIK UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Besari Conference Room FTIK.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ungkapan syukur atas capaian yang diraih, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya membangun ekosistem akademik yang konsisten dalam menghasilkan, mengelola, dan mendiseminasikan pengetahuan melalui publikasi ilmiah yang berkualitas.
Maalim sebagai Representasi Penguatan Tradisi Akademik
Kenaikan peringkat Maalim: Jurnal Pendidikan Islam menjadi capaian yang memiliki arti strategis bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sebagai jurnal yang berada dalam ekosistem akademik PAI, peningkatan peringkat tersebut mencerminkan adanya proses penguatan tata kelola jurnal, kualitas substansi ilmiah, profesionalitas pengelolaan, serta komitmen berkelanjutan terhadap standar publikasi akademik.
Bagi PAI, jurnal ilmiah bukan semata-mata wadah publikasi hasil penelitian, melainkan bagian penting dari infrastruktur keilmuan yang menopang pengembangan tradisi akademik. Melalui jurnal yang dikelola secara profesional, gagasan, temuan penelitian, dan refleksi akademik di bidang Pendidikan Islam dapat dipertemukan, diuji, dikembangkan, dan disebarluaskan kepada komunitas akademik yang lebih luas.
Karena itu, kenaikan peringkat Maalim menjadi lebih dari sekadar capaian administratif. Ia merupakan penanda bahwa penguatan mutu publikasi ilmiah perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari agenda pengembangan kualitas pendidikan tinggi.

Tasyakuran dalam Bingkai Rapat Dosen FTIK
Tasyakuran atas capaian tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Rapat Dosen FTIK UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Penggabungan kedua agenda ini memperlihatkan bahwa capaian publikasi ilmiah memiliki keterkaitan erat dengan dinamika akademik fakultas secara keseluruhan.
Forum dosen menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi, konsolidasi, dan refleksi akademik sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa peningkatan kualitas publikasi harus berjalan beriringan dengan penguatan penelitian, pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan keilmuan.
Dalam konteks tersebut, capaian Maalim menjadi bagian dari narasi besar peningkatan mutu akademik FTIK, sekaligus menjadi pemantik untuk terus memperluas kontribusi dosen dan sivitas akademika dalam produksi pengetahuan yang relevan, bermutu, dan memiliki daya jangkau lebih luas.

Dari Capaian Menuju Lompatan Mutu Berikutnya
Kenaikan peringkat Maalim tidak dipandang sebagai titik akhir. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi baseline baru untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan substansi jurnal pada tahap berikutnya.
Program Studi Pendidikan Agama Islam bersama pengelola jurnal dan sivitas akademika FTIK memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa peningkatan peringkat tersebut diikuti dengan penguatan kualitas artikel, ketajaman fokus dan scope keilmuan, kualitas proses editorial dan peer review, konsistensi penerbitan, serta peningkatan jejaring akademik.
Langkah tersebut penting agar Maalim tidak hanya mampu mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga terus berkembang menjadi jurnal Pendidikan Islam yang semakin kredibel, produktif, dan memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan diskursus akademik.
Dengan demikian, tasyakuran kenaikan peringkat Maalim: Jurnal Pendidikan Islam menjadi momentum untuk merawat rasa syukur sekaligus meneguhkan tanggung jawab akademik. Capaian hari ini menjadi energi untuk membangun standar mutu yang lebih tinggi pada masa mendatang.
Bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam FTIK UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, penguatan publikasi ilmiah merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk membangun budaya akademik yang unggul, produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada kontribusi keilmuan.
